Guru MAN 14 Jakarta Semangat Belajar KBC
Jakarta (Humas
MAN 14 Jakarta) – Madrasah Aliyah Negeri 14 Jakarta melaksanakan kegiatan Workshop
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bertempat di Bogor Jawa Barat pada Selasa – Rabu
tanggal 9 – 10 Desember 2025.
Workshop ini
diikuti oleh 57 guru dari Kampus A dan B, kegiatan dimulai dengan sambutan dari
Sulistyawati selaku Plt. Kepala MAN 14 Jakarta yang menyampaikan bahwa
perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari oleh karena
itu mari kita terus belajar untuk memahami tentang KBC.
KBC
mengarusutamakan bagaimana cinta menjadi spirit dalam dunia pendidikan di
Indonesia dapat tumbuh dengan pola pikir yang inklusif dan mampu memandang
perbedaan sebagai bagian dari keragaman dan kekayaan bangsa yang harus dijaga
dan dirawat. KBC merupakan sebuah gagasan inovatif dalam dunia pendidikan yang
digagas oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Nasaruddin Umar.
Konsep ini
menyoroti pentingnya nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan kedamaian dalam
proses pembelajaran. Kurikulum Cinta bertujuan untuk menumbuh kembangkan atau
melahirkan generasi muda yang memiliki karakter mulia, mampu menghargai sebuah
perbedaan berdasarkan cinta, dan berkontribusi positif bagi masyarakat yang
plural atau yang beragam.
Dr. Cut N. Ummu
Athiyah dari Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) selaku narasumber kegiatan
ini menyampaikan, “KBC dipahami bukan sebagai kurikulum pengganti, melainkan mengintegrasikan
nilai-nilai Panca Cinta ke dalam materi dan kegiatan pembelajaran sehari-hari.”
“Melalui
nilai-nilai kasih sayang dan kemanusiaan, kurikulum ini diharapkan mampu
melahirkan generasi pembelajar yang cinta kepada Tuhan dan Rasul-Nya, cinta
diri dan sesama, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, serta cinta bangsa
dan negeri, dengan tujuan menciptakan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara
akademis, tetapi juga membentuk karakter mulia, berakhlak, dan berwawasan
kebangsaan melalui integrasi nilai cinta di seluruh proses pembelajaran,”
tambahnya.
“Semoga kita
bisa membawa cinta kedalam arti kasih sayang, empati, dan kepedulian ke dalam
ruang kelas, menciptakan lingkungan belajar yang lebih hangat, inklusif, dan
mendukung bagi semua peserta didik,” ungkap Zuriyah Wakil Kepala Bidang Akademik./stw

-100x100.jpeg)




