Profil
Madrasah Aliyah Negeri 14 Jakarta Timur memiliki perjalanan sejarah yang erat kaitannya dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan madrasah di wilayah DKI Jakarta. Pada tanggal 25 April 1997, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Surjadi Sudirdja, meresmikan sebuah gedung pendidikan permanen yang merupakan hibah dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta kepada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi DKI Jakarta. Pembangunan gedung ini menjadi langkah strategis dalam memperluas layanan pendidikan berbasis keagamaan bagi masyarakat.
Pada awalnya, gedung tersebut direncanakan untuk digunakan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Pekayon Jakarta Timur. Namun, seiring dengan tingginya antusiasme dan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan jenjang menengah atas berbasis madrasah, maka pemanfaatan gedung tersebut dialihkan menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pekayon Jakarta Timur.
Kegiatan belajar mengajar mulai dilaksanakan pada tahun 1997 dengan status sebagai filial dari MAN 6 Kampung Dukuh Jakarta Timur. Dalam perjalanannya, madrasah ini menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari segi jumlah peminat maupun kualitas penyelenggaraan pendidikan. Hal ini mendorong pemerintah untuk menetapkan statusnya secara definitif. Pada tahun 2004, madrasah ini resmi dikukuhkan menjadi Madrasah Aliyah Negeri 14 Jakarta Timur.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akses pendidikan, pada tahun 2009 MAN 14 Jakarta Timur membuka Kelas Jauh yang berlokasi di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, yang kemudian dikenal sebagai MAN 14 Jakarta Kampus B. Dalam perkembangan selanjutnya, sebagai bagian dari upaya pemerataan dan peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah, kampus tersebut telah berdiri secara mandiri dan resmi menjadi Madrasah Aliyah Negeri 25 Jakarta.
Sejak berdiri hingga saat ini, MAN 14 Jakarta Timur telah dipimpin oleh beberapa kepala madrasah dengan masa jabatan yang berbeda-beda. Pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat, baik melalui mekanisme mutasi maupun promosi yang didasarkan pada penilaian kinerja dan prestasi. Setiap periode kepemimpinan telah memberikan kontribusi penting dalam mendorong kemajuan madrasah menuju lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing.





-100x100.jpeg)
