AKUN RESMI MEDIA SOSIAL MAN 14 JAKARTA


* WEB        
www.man14jkt.sch.id
* Instagram 
* Facebook   
man pekayon
* YouTube   
man14jakarta

Informasi selain dari akun resmi kami dianggap tidak benar

Sambutan Kepala MAN 14 Jakarta

Assalamualaikum wr.wb.

Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi, atas karunia-Nya kita senantiasa diberikan kesempatan dalam rangka thalabul ilmi, mencari ilmu. Mudah-mudaham setiap derap langkah bisa membuahkan pahala bagi kita semua, menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan Allah Swt. Tak lupa semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, kepada keluarganya, sahabatnya, yang menjadi suri tauladan bagi seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Madrasah merupakan lembaga yang membekali siswa dengan pendidikan formal dan pengetahuan agama untuk membentuk karakter siswa yang cerdas, beriman, dan bertaqwa. Seiring dengan perkembangan zaman, selain pendidikan isalam, madrasah mulai dilengkapi penguasaan teknologi informasi dan ketrampilan modern. Untuk itu, madrasah memiliki peranan penting dalam masyarakat guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sesuai dengan visi misinya, MAN 14 Jakarta Timur Pandan berusaha menciptakan generasi yang memiliki iman dan taqwa, berkompeten dalam bidang IPTEK, dan memiliki ketrampilan diri. Tersedianya pembelajaran keagamaan yang lebih intens menjadi bekal siswa agar tidak hanya cerdas namun juga santun dan religius. 

Untuk kemajuan pendidikan, saya mengajak putra – putri penerus bangsa agar bergabung dengan madrasah. Marilah bersama – sama berinovasi dan belajar dengan semangat demi terwujudnya generasi cerdas, santun, religius dan memiliki ketrampilan diri. Kritik dan saran juga senantiasa diharapkan demi membangun madrasah yang lebih baik.

Wassalamualaikum wr. wb.

Guru Informatika yang Mengukir Jejak lewat Pena

Jakarta (Humas MAN 14 Jakarta) – Di tengah kesibukan mengajar pemprograman dan teknologi informasi di madrasah, Rosyaida Saara Hellena seorang guru Informatika MAN 14 Jakarta justru menemukan panggilan keduanya yaitu menulis.

Hobi yang dimulai sebagai catatan harian refleksi mengajar itu kini telah berbuah belasan karya, baik buku antologi maupun artikel ilmiah populer, yang menginspirasi para pendidik lainnya untuk menulis.

Prestasi demi prestasi terus diraihnya. Pada tahun 2024, berhasil masuk 80 besar nasional dalam ajang bergengsi Anugerah Guru Motivator Literasi 2024.

Tulisannya yang penuh semangat tentang perjuangan guru di era digital turut diabadikan dalam inspiring book “Guru Pejuang 8 Pena” bersama para pendidik terbaik tanah air. Tak berhenti di situ, tahun 2025 ia meraih peringkat 3 lomba puisi tingkat nasional dan puisinya dibukukan dalam antologi “Sunyi yang Tak Bertepi”.

Sepanjang karier kepenulisannya, ia telah berkontribusi dalam belasan buku antologi ternama, antara lain:

1. Cinta di Ujung Pena (BMO x Diandra Creative, 2022)

2. Diorama Seorang Guru (BMO x Diandra Creative, 2023)

3. Ramadan Karim Bersemayam dalam Sanubariku (2023)

4. Yang Selalu Aku Rindukan – Antologi Batch 3 Vol. 2 (Halo Penulis x PT Halo Adil Sejahtera, 2024)

5. Learning Loss, Apa Solusi Terbaik? (Pustaka Media Guru, 2024)

6. Terima Kasih Bapak-Ibu Guru, Sungguh Mulia dan Besar Jasamu untuk Kami Semua (Pustaka Media Guru, 2024)

7. Sang Imajinator (Aleniaku Publisher, 2025) – kumpulan kisah masa kecil penuh makna

8. Guru Merdeka, Siswa Bahagia (BMO x Diandra Creative, 2025) – praktik baik pembelajaran bermakna

Selain buku, ia juga rutin menulis kolom dan artikel ilmiah populer di Koran Guru Madrasah. Dua artikelnya yang paling banyak dibaca dan dibagikan adalah “Inovasi Pendidikan Madrasah: Diferensiasi dalam Pembelajaran Informatika untuk Ruang Kelas Masa Depan” serta “Membangun Jiwa Siswa dengan SUNO AI: Sebuah Perjalanan Pendidikan Karakter di Era Digital”. Berkat konsistensi dan inovasi tersebut, ia berhasil menyabet gelar Penulis Terbaik Bidang Pembelajaran Inovatif dari media yang sama.

“Bagi saya, mengajar itu tidak hanya mentransfer ilmu informatika dan coding, tapi juga menularkan semangat untuk terus berkarya. Ketika siswa melihat gurunya menulis dan berkarya, mereka jadi percaya bahwa siapa pun bisa bermimpi besar,” ujar Hellen (sapaannya) saat ditemui di sela-sela kelas informatika.

Kisah perjalanan seorang guru informatika yang tak pernah lepas dari pena ini menjadi bukti nyata bahwa profesi keguruan dan dunia literasi bisa berjalan beriringan, saling menguatkan, dan menciptakan dampak luar biasa bagi generasi muda Indonesia.


PPDB MAN 14 JKT KLIK DISINI

RDM MAN 14 JAKARTA

Profil Madrasah

e-magazine

Upacara bendera MAN 14 Jakarta memperingati HUT RI

Pertunjukkan Seni Beladiri Silat MAN 14 Jakarta

Pembiasaan di MAN 14 Jakarta, Tadarus Sebelum KBM