LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA 2023
(Humas MAN 14 Jakarta) Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa atau yang kerap disebut dengan LDKS, merupakan suatu fondasi awal pembentukan karakter kepemimpinan dari para siswa dan siswi. Pada tanggal 11-12 Agustus MAN 14 Jakarta telah melakukan kegiatan LDKS untuk para siswa dan siswi baru kelas X sebanyak 360 siswa. Kegiatan ini berlangsung di Mega mendung Bogor.
Kegiatan diawali dengan dilakukannya
upacara pembukaan, yang mana di dalamnya terdapat rangkaian penyerahan simbolis
yaitu dengan mengalungkan nametag sebagai peserta LDKS. Dilanjut dengan
diadakannya latihan baris berbaris. Mengapa materi PBB sangat penting dalam
kehidupan sehari-hari? Karena salah satu manfaat utama dari baris berbaris
adalah pembangunan disiplin. Dalam baris berbaris, setiap individu harus
mengikuti instruksi dengan tepat waktu dan mengikuti tata tertib yang
ditetapkan. Disiplin ini membantu melatih kesadaran diri, mengontrol emosi, dan
mengikuti perintah dengan patuh.
Kolaborasi MAN 14 Jakarta dengan
pasukan TNI bukan hanya sekedar materi baris berbaris. Namun juga penyampaian
materi yang berkaitan. Materi yang disampaikan beragam, mulai dari hal
kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan lain sebagainya. Para peserta pun ikut
berperan aktif pada saat pemateri melakukan interaksi dengan para peserta.
Saat dinginnya malam menyelimuti, para peserta harus melakukan "Jurit
Malam". Yaitu dengan menelusuri jalan yang sudah ditentukan, mereka
berjalan menuju pos-pos yang berkaitan dengan prosesi LDKS. Terdapat 5 pos
yaitu, pos kepemimpinan, pos wawasan kebangsaan, pos PBB, pos organisasi, dan
pos yang berkaitan tentang hal seputar sekolah.
Disusunlah kayu bakar setelah melihat para
peserta telah kembali dari penelusurannya. Acara renungan malam berhasil
membawa perannya malam itu. Ditambah dengan serangkaian acara yang mengharuskan
lilin dinyalakan. Para peserta LDKS terlihat tersenyum kembali karena rasa
kebersamaan yang tiada tara.
Pada tanggal 12 Agustus 2023, acara
dilanjut dengan memulai hari dengan kajian di waktu pagi. Pelaksanaan senam pun
dilakukan setelahnya dengan tujuan membuat tubuh kita lebih bugar, mengingat
cuaca yang sangat dingin di pagi hari. Setelah badan terasa jauh lebih baik,
para peserta diarahkan untuk melakukan hiking dengan panjang jalan
kurang lebih 10 km. Ketika sampai kembali ke lokasi, para peserta bersiap untuk
mengikuti upacara penutupan. Mereka berfoto untuk mengabadikan momen ini.
Senang dan lelah pasti dirasakan oleh semua peserta.
Itulah mengapa dalam setiap keadaan harus kita lewati dengan ikhlas. Karena
dengan begitu, apa yang telah kita dapat akan terus menetap dan menjadi manfaat
bagi kita ke depannya.


-100x100.jpeg)



